Bagaimana Pikiran dan Perasaan Mempengaruhi Kesehatan

Masriko.Com - Halo sobat semua kali ini saya akan membahas tentang sebuah topik yang Berhubungan dengan Pikiran, Perasaan dan Kesehatan.

pikiran; pikiran negatif dan positif; menenangkan pikiran; hubungan pikiran; overthingking; pikiran manusia; filosofi pikiran; mengendalikan pikiran; kekuatan pikiran; perbedaan akal dan pikiran; pikiran adalah;  pikiran kreatif;

Sobat semua, sebelum saya membahas topik ini, saya memiliki beberapa pertanyaan untuk anda.

Pertanyaan yang pertama, yaitu pernahkah anda mengalami tegang di sekitar leher/pundak ketika anda mengalami stress?

Yang kedua, pernahkah anda mengalami pilek saat anda mengalami stress? Daya tahan tubuh anda tiba-tiba menurun.

stress bisa menyebabkan pilek juga Demam.

Atau mungkin anda pernah mengalami saat anda Cemas, tekanan darah anda naik tidak karuan, atau mungkin malah drop.

Atau mungkin anda sudah tidur cukup, tetapi keesokan harinya anda masih merasa lelah, “tidur saya sepertinya tidak cukup tadi malam..

Rasanya saya mengantuk sekali, rasanya badan tidak berenergi”. Jika badan anda pernah mengalami salah satunya di atas, itu yang akan saya bahas disini.

Jadi sobat semua, pikiran dapat berpengaruh positif maupun negatif terhadap kesehatan tubuh anda.

Jadi pikiran tertentu atau emosi tertentu akan bermanisfestasi terhadap kesehatan tubuh anda.

Saya akan berikan contoh seperti ini. Mungkin anda sering melihat berita di televisi tentang  kunjungan Pak Jokowi.

Apa yang terjadi kalau misalnya Pak Jokowi datang ke tempat anda, pak Presiden datang ke tempat  anda, lalu tiba-tiba anda dipanggil maju ke depan, diberikan pertanyaan. Dan seperti biasa, kalau bisa menjawab diberi sepeda.

Biasanya Pak Jokowi akan memberikan beberapa pertanyaan, dan kalau bisa menjawab akan  diberikan hadiah.

Dan bagi anda yang tidak pernah maju di depan panggung, anda yang tidak pernah berbicara di depan umum, maka apa yang terjadi?

Mungkin anda tiba-tiba menjadi gagap. Anda tidak bisa bicara, tangan anda dingin, atau jantung anda berdebar.

Padahal, hanya dipanggil maju ke depan.

Pikiran dan perasaan anda saat dipanggil maju itulah yang membuat denyut jantung anda lebih kencang.

Baca Juga : Menjaga Kesehatan Jantung

Apalagi bagi mereka yang demam panggung, mungkin bisa pingsan sebelum maju ke depan. Padahal tidak diapa-apakan, hanya dipanggil.

Oke, contoh selanjutnya. Misalnya anda yang sekarang sebagai mahasiswa di sebuah universitas.

Tiba-tiba, besoknya dosen anda meminta anda untuk presentasi.

Apa yang terjadi?

Saat sebelum memulai presentasi, biasanya begini.. Saya dulu juga pernah menjadi mahasiswa.

Dan teman-teman saya banyak yang bolak balik masuk ke toilet.

Padahal sudah tidak tahu apa yang mau dikeluarkan di toilet, tapi bisa bolak balik sampai 10 kali karena tegang.

Dengan kondisi ini, maka akan membuat pikiran dan perasaan anda tidak nyaman.

Pikiran anda yang takut, akhirnya membebani kinerja organ ginjal anda, dan kinerja jantung anda.

Jantung anda denyutnya menjadi lebih cepat dari biasanya, Bernapas anda lebih cepat, dan ginjal anda juga seperti itu.

Jadi anda merasa ingin ke toilet, ingin Buang Air Kecil terus.

Sebenarnya, pikiran dan perasaan, juga kesehatan anda itu saling berhubungan.

“mengapa berbicara tentang tingkat stress saya? Mengapa bertanya tentang pekerjaan saya?”.

Mungkin mereka berpikir, “Kalau pekerjaan saya tinggi, maka saya akan menarik tarif lebih”. Bukan begitu.

Saya hanya ingin tahu seberapa Tingkat Stress anda.

Mungkin penyakit anda sebenarnya bisa mudah sembuh jika tingkat stress anda rendah.

Tetapi karena anda tidak tahu, anda stress terus, maka sakit maag anda tidak segera sembuh.

Tegang di leher anda setelah anda meminum obat anti nyeri itu sembuh, tidak sakit. Namun keesokan harinya sakit lagi.

Jadi, sebenarnya ini ada hubungannya. Saya akan memberikan satu contoh lagi untuk anda.

Saya memberikan banyak contoh supaya anda mengerti.

Satu contoh lagi, bagi anda yang penyayang binatang, otomatis ketika anda melihat anjing atau kucing, pasti anda ingin meyapa binatang-binatang tersebut.

Jadi saat itu, anda akan merasa senang. Hormon-hormon akan dikeluarkan.

Pada saat anda merasa senang, hormon-hormon akan dikeluarkan oleh tubuh anda.

Dan pada saat anda merasa senang, otomatis daya tahan tubuh anda juga akan meningkat.

Tetapi apa yang terjadi apabila anda memiliki trauma yang buruk, anda memiliki memori yang buruk terhadap binatang-binatang tersebut?

Mungkin anda pernah digigit anjing. Anda pernah dicakar kucing. Maka apa yang terjadi?

Saat bertemu, mungkin jarak 2 meter anda sudah jaga jarak, anda waspada, anda lebih hati-hati, dan tubuh anda akan mengeluarkan hormon adrenaline.

Darah akan mengalir deras ke otot-otot tungkai anda, dan anda mungkin akan bersiap untuk lari atau  melakukan perlawanan, karena memori anda menyimpan trauma atau menimpan kenangan buruk tentang hal itu. Bagaimana cara mengubahnya?

Kalau masalah dicakar kucing, saya kemarin juga pernah dicakar kucing.

Tetapi bukan berarti ketika saya bertemu kucing, saya benci dengan kucing tersebut. Tidak.

Jadi, cara berpikir yang benar adalah “Binatang-binatang tersebut baik. Kalau kita tidak mengganggu, maka mereka tidak akan mengganggu kita.”

Anda tingga melatih pikiran sadar anda bahwa binatang-binatang tersebut baik.

Disini ada kutipan dari dr. Shigeo Haruyama.

Yaitu dokter spesialis bedah saluran pencernaan dari Jepang, sekaligus penulis buku best seller “The Miracle of Endorphin”.

Ia menyatakan seperti ini :

“Meditasi adalah inti seni penyembuhan dari Timur. Bagi beliau, meditasi bukan semata-mata mengosongkan isi kepala.

Jika ada sesuatu yang masuk ke dalam pikiran dan kita bisa merasa nyaman, itu adalah salah satu bentuk dari meditasi”.

Jadi contohnya, anda melihat sesuatu dan anda merasa senang, sebenarnya itu adalah salah satu bentuk dari meditasi. Karena anda merasa nyaman.

Di negara bagian Barat, di negara Eropa sendiri, meditasi sudah mulai dikembangkan sebagai salah satu terapi untuk penyembuhan Kanker.

Tetapi bukan berarti anda hanya meditasi saja.

Anda tidak kemoterapi dan berkonsultasi dengan dokter anda, itu juga salah. Jadi anda harus tetap bekerja sama dengan dokter.

Di Indonesia sendiri ada artis senior, yaitu Titiek Puspa yang dulunya juga pernah mengalami Kanker dan kabarnya sudah sembuh.

Beliau juga melakukan terapi meditasi di samping melakukan pengobatan medis.

Nah itulah sobat semua pembahasan tentang hubungan pikiran, perasaan dan kesehatan kita, semoga bisa bermanfat dan Kunjungin terus Masriko.Com untuk mendapatkan informasi kesehatan menarik lainnya.

19.35 - tanpa komentar