Apakah Makan Micin / MSG Bikin Bodoh ?

Masriko.Com -  Halo sobat semua kali ini saya akan membahas topik yang sangat menarik. Yaitu tentang Micin.

makan micin msg; cara menghilangkan efek micinb; akibat masako mentah; makanan mengandung micin; perbedaan micin dan royko; jenis micin; manfaat micin; dampak msg berlebihan pada kesehatan; amankah royko; efek samping konsumsi micin berlebihan; makan micin; apakah msg sama dengan micin; efek makan micin; apakah royko itu micin; bahaya micin; micin bikin pusing, bikin bodoh, sakit kepala, jadi bodoh, terlalu banyak, saat hamil;

Sobat sehat, micin atau yang kita kenal dengan MSG/Monosodium Glutamat saat ini menjadi perbincangan.

Membahas tentang micin banyak yang menganggap micin  tidak baik untuk kesehatan, tidak baik untuk otak, dan dapat membuat anak-anak menjadi bodoh.

Bahkan di Amerika, hal ini sangat populer dan menjadi “kontroversi”. sedangkan di Indonesia ada sebutannya yaitu Generasi Micin.

 Maksudnya apa?

Mungkin karena anggapan micin dapat menyebabkan anak-anak menjadi bodoh. Seperti itu.

Tetapi, disini saya akan membahas apakah hal itu benar, apakah itu fakta atau mitos?

Sobat sehat, kita bahas dulu apa itu MSG atau Monosodium Glutamat.

Jadi, Monosodium Glutamat adalah garam natrium dari Asam Amino Glutamat umum.

Jadi, glutamat ini sebenarnya sudah terdapat di dalam tubuh. Dan bahan-bahan makanan lainnya juga mengandung glutamat.

Contohnya seperti tomat, keju, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Kemudian glutamat sendiri berasal dari hasil ekstrak, atau hasil ekstrak yang dibuat pertama kalinya di Jepang.

Jadi, pada tahun 1908 ada seorang profesor bernama Kikunai Ikeda.

Beliau merupakan seorang ahli kimia Jepang dari Tokyo Imperial University yang bekerja untuk  mengisolasi bahan yang memberi rasa tertentu pada rumput laut Jepang atau disebut konbu.

Jadi, profesor tersebut berhasil mengekstrak MSG dari rumput laut tersebut.

Kemudian profesor Ikeda mengajukan paten untuk pembuatan MSG tersebut, lalu setahun kemudian dikomersialkan.

Pada saat sekarang, pembuatan MSG menggunakan fermentasi dari pati, bit, gula, molase dan sebagainya.

Jadi kurang lebih mirip seperti pembuatan yoghurt atau cuka.

Jadi, “Apakah MSG itu aman?”.

Disini FDA atau yang kita kenal di Indonesia sebagai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),
di FDA menyatakan bahwa penggunaan MSG sebagai bahan penyedap makanan itu masih tergolong kategori aman.

Jadi untuk anda ketahui, semua makanan Chinese Food hampir seluruhnya menggunakan MSG.

Japanese Food pun hampir sama, apalagi Indonesian Food. Makanan Indonesia hampir semuanya menggunakan MSG.

Lalu “kepala saya pusing habis makan capjay, kwetiau, atau apapun yang mengandung MSG”.

Sebenarnya selama bertahun-tahun, FDA juga telah mendapatkan laporan bahwa diduga ada efek samping dari mereka yang mengkonsumsi glutamat.

Mereka yang mengkonsumsi MSG.

Jadi ada yang mengeluh sakit kepala, pusing, mual dan sebagainya.

Akhirnya, FDA meminta kelompok independen, yaitu Federation of American Societies for  Experimental Biology atau disingkat dengan FASEB.

Saya baca ‘FASEB’ saja biar gampang.

Mereka memeriksa apakah MSG ini benar-benar dapat menimbulkan efek samping tersebut.

Jadi, laporan dari FASEB menyatakan bahwa MSG aman jika digunakan sebagai penyedap rasa dalam sebuah masakan.

Bukan anda makan begitu saja.

Jadi apabila dikonsumsi berlebihan, yaitu 3 gram dalam keadaan perut kosong, maka dapat menyebabkan efek samping seperti nyeri kepala, mual, muntah, kemerahan dan sebagainya.

Baca Juga : Terapi Sakit kepala di rumah

Tetapi itu hanya bersifat sementara.

Dan saya rasa anda tidak mungkin mengkonsumsi dalam jumlah 3 gram tanpa dimasukkan ke dalam makanan.

Maksud saya sebagai bumbu masakan.

Terkecuali anda mengambil MSG, lalu anda ngemil MSG seperti ngemil potato chips atau anda makan langsung.

Itu ‘kan tidak mungkin. Tidak ada yang melakukan hal demikian.

Sobat sehat, laporan final dari FASEB tadi diterbitkan dalam sebuah buku yang tebalnya 350 halaman
dan diterbitkan pada tanggal 31 Juli 1995.

FASEB menyatakan bahwa MSG yang digunakan dalam masakan itu aman.

Berdasarkan bukti ini, FDA menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa MSG atau glutamat dapat menyebabkan lesi otak atau penyakit kronis.

Jadi sobat sehat, MSG tidak menyebabkan otak menjadi bodoh.

Jadi menurut pendapat saya, mengapa sampai disebut ‘generasi micin’?

Mungkin para orang tua hanya memberikan uang jajan kepada anaknya tanpa diberikan bekal makanan dari rumah.

Akhirnya, tentu saja sang anak akan membeli makanan yang menurut mereka gurih dan enak di lidah.

Akhirnya yang dibeli adalah cireng atau cilok yang isinya hanya tepung yang diberikan MSG, lalu digoreng.

Akhirnya mereka hanya makan itu saja. Anda bayangkan jika selama bertahun-tahun mereka hanya makan itu.

Makan pagi atau makan siang, apalagi mungkin anak-anak kost yang pengen irit, akhirnya makanan-makanannya seperti itu.

Dan mereka tidak mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan makanan bergizi lainnya.

Baca Juga : Makanan Pagi untuk diet sehat

Otomatis daya konsentrasi mereka, daya berpikir mereka tidak sebaik anak-anak dengan nutrisi yang baik, tentunya.

Jadi apabila MSG’nya disalahkan, hal ini tidak benar. Jadi kembali lagi ke pola nutrisinya.

Mungkin kalau anda masak sayur lengkap, diberikan sedikit MSG, itu tidak masalah. Yang jadi masalah adalah pemilihan jenis makanannya.

Akhirnya, MSG’nya yang dikambinghitamkan.

Kesimpulannya, MSG atau Monosodium Glutamat, atau micin, atau yang disebut juga vetsin  sebenarnya aman digunakan sebagai bumbu masakan sehari-hari.

Kecuali jika anda makan MSG seperti potato chips yang saya katakan tadi. Atau langsung anda telan seperti ini.

Jadi sobat sehat, mungkin selama ini anda mendengarkan berbagai macam keluhan tentang MSG.

Tadi saya sudah sebutkan sebelumnya.

Apa sih penyebab anak anda kurang konsentrasi? Mungkin peringkat anak anda di sekolah turun dan sebagainya.

Perhatikan nutrisi mereka. Jadi, bukan semata-mata salah MSG.

Memang benar anak yang sering makan makanan gorengan dengan menggunakan MSG pada  akhirnya anak tersebut tidak mau makan makanan yang lainnya.

Jadi, ini adalah peran orang tua untuk anak-anak anda.

Oke itulah ulasan hari ini tentang Micin ya, semoga bisa bermanfaat kunjungin terus Masriko.Com untuk mencari informasi kesehatan lainnya.

16.30 - tanpa komentar