Perkembangan VIRUS CORONA DI JAKARTA yang Wajib Diketahui Publik

https://www.masriko.com/2020/04/perkembangan-virus-corona-di-jakarta.html

Masriko.Com - Perkembangan Virus Corona Covid - 19 di Jakarta yang Wajib Diketahui Publik 

Sekarang ini, negara Indonesia di antaranya sedang mengalami serangan virus Corona di Jakarta. Bukan cuma dalam negeri, hampir seluruh dunia tercatat sudah terpapar wabah ini. Lantas sebenarnya apa pandemi yang sedang terjadi dan mengapa bisa demikian? Semua itu akan di jelaskan di bawah ini.

Kejadian Wabah Corona di Jakarta

Perkembangan kasus Virus Corona di Jakarta sudah mencapai sekitar 500 lebih. Namun sebenarnya jika ingin ditarik ke belakang dimana pertama kali dua orang diumumkan positif. Maka sebenarnya pemerintah provinsi Jakarta sudah melakukan berbagai antisipasi.

Gubernur DKI Jakarta sendiri sudah membagi hal tersebut kedalam 3 fase. Pertama pada bulan Januari dimana sasarannya adalah untuk sesama anggota atau pegawai lingkup kesehatan. Kedua di Februari dan ketiga saat Maret, sedangkan lebih lengkapnya akan dijelaskan di bawah ini.

1.    Fase Pertama 

Fase pertama dimulai pada tanggal 7 bulan Januari. Kala itu, pemerintah provinsi Jakarta mulai melakukan sosialisasi terhadap tenaga kesehatan. Hal tersebut menyusul adanya berita mengenai paparan virus Corona di berbagai negara.

Kemudian tanggal 22 Januari mulai diantarkan surat edaran khusus. Dalam hal ini ditujukan kepada seluruh rumah sakit di Jakarta. Adapun isinya adalah untuk bisa menerima pasien yang mengalami gejala virus Corona, juga bertujuan agar selurruh jajaran kesehatan paham potensi masalah.

Berikutnya, pada tanggal 27 Januari mulai dikumpulkan seluruh jajaran yang ada. Di antaranya dari tenaga medis ahli, juga para pakar untuk membahas bagaimana pendeteksian wabah. Alasannya karena pada saat itu di berbagai wilayah Asia mulai terdampak virus Corona.

2.    Fase Kedua

Fase berikutnya terjadi pada bulan Februari. Sedangkan targetnya ditujukan kepada jajaran pegawai selain kesehatan. Seperti diketahui bersama bahwa kota Jakarta merupakan pusat. Dalam hal ini,  jika wabah menjangkit terutama para petugas pemerintahan maka bisa saja aktivitas lumpuh.

Maka pemerintahan provinsi DKI Jakarta melakukan pemberitahuan. Isinya untuk perlunya isolasi dini kepada jajaran pegawai dan petugas umum. Kemudian juga melakukan antisipasi dengan wewenang untuk tidak melakukan pemotongan gaji jika memang mereka terjangkit.

Tentu hal tersebut bertujuan agar para pegawai dan jajaran petugas umum ini mau untuk diisolasi.

Jika Virus Corona menjangkit, perlu diadakan pembatasan yang akan berdampak pada gajinya. Alasannya supaya saat terjadi wabah mereka tidak perlu memikirkan pendapatan untuk keluarga.

3.    Fase Ketiga

Fase ketiga pengelompokannya pada bulan Maret dan targetnya adalah publik atau masyarakat umum. Pada saat itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan muncul kasus positif virus Corona sejumlah 2 orang. Kejadian tersebut tepatnya pada tanggal 2 serta lokasi terkenanya di Jakarta.

Pada saat sudah terkonfirmasi adanya kasus positif, pemerintah provinsi Jakarta memulai beberapa langkah untuk mengatasinya. Pada poin ini dilkukan secara bertahap dan tanpa tindakan represif. Hal tersebut agar publik juga bisa lebih tenang terhadap perubahan.

Seperti diketahui pada saat itu masyarakat sudah mulai heboh. Bahkan beberapa melakukan panic buying terhadap kebutuhan pangan dan sebagainya. Tentunya langkah tepat perlu diambil yaitu membangun kesadaran bersama bahwa masalah bukan hanya pada penyakit, tapi penyebarannya.

Karena kebanyakan hanya bicara tentang peyakitnya saja, case fatality ratenya tentu kalah jika dibandingkan kasus kecelakaan dan lain-lain. Maka perlu melihatnya dari segi peyebaran. Apabila wabahnya berkembang serempak, imbasnya jumlah tenaga kesehatan tidak akan cukup.

Perkembangan Virus Corona di Jakarta

Setelah berbicara kilas balik mengenai wabah virus Corona saat awal berkembang di Jakarta. Maka pada ulasan ini perlu dibahas tentang perkembangannya. Pada tanggal 31 Maret 2020, sudah diberitakan terjadi 727 kasus positif Corona di total 6 Kecamatan DKI, tentu angka itu sangat banyak.

Tercatat petugas pemantau penyebaran Virus Corona di Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Pada tanggal 9 maret 2020 menyebutkan bahwa posko COVID-19 telah menerima banyak panggilan. Ada sekitar 2.689 calling terkait laporan mengenai wabah tersebut.

Hingga saat ini, PDP atau Pasien Dalam Pengawasan di DKI Jakarta telah mengalami kenaikan. Tercatat mencapai jumlah sekitar 727 kasus. Hal tersebut diambil berdasarkan web Corona.jakarta.go.id pada tanggal 31 Maret 2020

Diambil dari data di atas, sebanyak 477 kasus sudah diketahui titik-titik penyebarannya. Hal tersebut berdasarkan pada kelurahan yang ada. Kemudian, sekitar 250 case lainnya masih belum tahu dari mana asalnya.

Kasus tercatat yaitu sekitar 477 tersebut sudah dikonfirmasikan menyebar di sebanyak 5 Kota administrasi Jakarta. Di antaranya adalah Jaksel 157, saat ini paling tinggi, lalu Jakbar dengan 128. Diikuti Jaktim 101 dan terakhir di Pusat DKI sebesar 34.

Pembagian Lokasi Kecamatan Tertinggi dalam Penaganan. Berikut adalah persebaran penanganan kasus Corona di Jakarta:

1.    Kalideres, Jakarta Barat

Ada sekitar 33 positif kasus Corona yang terbanyak di kelurahan Pegadungan tercatat 18. Kemudian di Kalderes sendiri sebanyak 11, lalu Tegal Alur dengan 8. Terakhir di Desa Kamal berjumlah 4 case dan mungkin akan bertambah.

2.    Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Kecamatan kebon jeruk sendiri merupakan lokasi kedua tertinggi dalam penanganan kasus positif. Jumlahnya mencapai 30 dan tersebar di sekitar 7 kelurahan. Dimana ada 12 di pusatnya, lalu Duri Kelapa 7, Sukabumi Utara serta Selatan dengan 8, berikutnya Kedoya Selatan juga Utara tercatat 7.

3.    Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Pada lokasi ini ada sekitar 30-an kasus penanganan positif Virus Corona. Kelurahan terjangkit paling tinggi, yaitu Senayan dengan 17, lalu Gandaria Utara 9 case. Berikutnya, Rawa Barat sebanyak 5, serta Kramat Pela, Gunung, Petagogan, Pulo, Gunung juga Selong masing-masing 1.

4.    Grogol Petamburan, Jakarta Barat

Total kasus Positif yang ditangani di Lokasi ada 25 di 7 kelurahan. Di antaranya paling tinggi dengan 13 di Tomang, lalu Jelambar sebanyak 5. Berikutnya Tanjung Duren Selatan dan Jelambar baru masing-masing 2. Sedangkan 1 tersebar sekitar Grogol, Tanjung Duren Utara serta Wijaya Kusuma.

5.    Kelapa Gading, Jakarta Utara

Kasus positif virus Corona di lokasi ini mencapai 25 serta menyebar di 3 kelurahan. Pertama Kelapa Gading Barat 6 case, lalu Timur dengan 15 orang. Selanjutnya, Pegangsaan Dua berjumlah total sebanyak 4, hal tersebut masih bisa bertambah.

6.    Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Terakhir adalah lokasi Kebayoran Lama. Untuk jumlah total penanganan 22 kasus. Semuanya menyebar di sekitar 6 kelurahan, pertama Grogol Selatan, Kebayoran Lama Utara dan Selatan masing-masing 3. Sedangkan Grogol Utara 2 lalu Cipulir juga 2 case, kemudian 9 di Pondok Pinang.

Pemerintah sendiri telah memberikan himbauan berupa limited movement atau pembatasan pergerakan penduduk. Setelah sebelumnya juga ada anjuran pengurangan kegiatan di tempat umum.

Berbagai upaya tersebut berfungsi sebagai pencegahan tersebarnya virus Corona mengingat jumlah kasus positif di DKI Jakarta sebanyak itu.

Itulah pembahasan mengenai virus Corona di Jakarta. Beberapa kasus positif di atas telah dikonfirmasi dan jumlahnya terbilang banyak. Sebaiknya, sebagai warga negara yang baik haruslah mengikuti solusi dari pemerintah untuk tetap di rumah saja.


Tetap tenang positif thingking, jaga kesehatan, kunjungi Masriko.Com untuk mengetahui informasi seputar kesehatan lainnya.

15.11 - tanpa komentar