Kondisi VIRUS CORONA DI DUNIA Saat Ini

https://www.masriko.com/2020/04/kondisi-virus-corona-di-dunia-saat-ini.html

Masriko.Com - Kondisi Virus Corona di Dunia Saat Ini yang sudah banyak memakan korban jiwa sudah banyak orang yang terinfeksi Virus Corona atau Covid -19.

Akhir-akhir ini, berbagai channel media berlomba memberitakan sebuah wabah berbahaya yang diduga akan menjadi musibah global. Virus Corona di dunia memang menjalar begitu cepat tanpa ampun. Ditambah gejalanya yang samar sehingga beberapa negara kewalahan dan korban berjatuhan.

Beberapa Daftar Negara Terdampak Virus Corona di Dunia

Penyebaran virus Corona terjadi seperti sebuah ledakan di beberapa negara sehingga dampaknya cukup parah. Alasannya beragam, mulai dari aturan sosial distancing tidak dipatuhi hingga penanganan penyakit kurang optimal mulai dari tenaga medis, obat hingga alat perlindungan diri. Berikut beberapa kondisi negara terdampak virus Corona;

1.    China

Negara China, tepatnya di kota Wuhan banyak disebut sebagai awal mula munculnya virus Corona. Jumlah kematian tercatat hingga ribuan jiwa. Pemerintah pun mengambil tindakan dengan membangun sebuah rumah sakit sementara dengan kapasitas kurang lebih 3000 tempat tidur.

Hari ini, china sudah mulai memasuki fase reda. Aktivitas mulai berjalan normal kembali kendati tetap diberlakukan pembatasan keluar masuk antar wilayah daerah. Di kota Wuhan sendiri, transportasi umum seperti KRL mulai diaktifkan lagi setelah semua jalur sebelumnya mengalami isolasi ketat selama dua bulan.

2.    Italia


Negara Italia kini mulai mencuri perhatian publik karena secara tidak terduga menjadi negara dengan jumlah korban jiwa akibat virus Corona terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Hingga hari ini, tercatat ada 10.779 angka kematian. Para ahli memandang lonjakan ini memiliki banyak faktor.

Salah satunya yaitu populasi lansia berumur diatas 70 tahun yang rentan terinfeksi virus karena daya tahan tubuh sudah melemah disertai dengan penyakit beragam dan sudah diderita sebelumnya. Selain itu, peralatan medis, tenaga dokter dan jumlah rumah sakit tidak siap terhadap peningkatan drastis tersebut.

3.    Korea Selatan

Korea selatan merupakan negara yang masih berbatasan cukup pendek dengan pusat munculnya gejala virus Corona, yaitu kota Wuhan China. Hingga tanggal 12 bulan Maret 2020, terkonfirmasi warga sipil positif terjangkit Covid-19 sejumlah 114 kasus dalam perawatan dan korban meninggal 66 jiwa.

Dalam hal pencegahan virus, Korea Selatan tergolong cukup tanggap dan mendapatkan banyak pujian dari berbagai negara lain. Pasalnya hampir seluruh lapisan masyarakat mematuhi instruksi pemerintah. Para konglomerat juga tak keberatan menyumbangkan sebagian hartanya untuk donasi.

4.    Amerika Serikat

Donalt Trumps selaku presiden Amerika Serikat dianggap kurang tanggap dalam melakukan upaya pencegahan meluasnya virus Corona di wilayah kekuasaannya. Pernyataan ini banyak disampaikan mengingat negara tersebut menjadi daftar teratas jumlah korban terinfeksi Covid 19, mengalahkan Wuhan.

Laporan terakhir mengatakan korban positif mengidap virus Corona sebesar 163.000 lebih. Sedangkan kasus meninggal dunia berjumlah lebih dari 3 ribu orang. Kini, Donalt Trump sudah melakukan lockdown ketat demi mengurangi laju persebaran Covid 19 serta menerima bantuan vaksin dari China.

5.    Malaysia 

Kini, pembahasan penyebaran virus Corona berpindah ke wilayah Asia, yaitu negeri jiran Malaysia yang kini sudah mencapai kasus pasien positif mencapai 2.626 orang. Sedangkan korban meninggal sebesar 37 jiwa. Pemerintah di negara bersangkutan sudah mulai melakukan penguncian wilayah.

Pada daratan Asia tenggara, status covid 19 Malaysia terhitung cukup banyak dibandingkan lainnya kendati jumlah kematian cukup sedikit. Kebijakan lockdown bertujuan supaya perpindahan penduduk dari luar wilayah maupun negara dapat terkontrol dengan baik sehingga meminimalisir penularan.

6.    Singapura

Negara Singapura tergolong memiliki tingkat kasus positif Corona yang tinggi dibandingkan wilayah lain. Terakhir tercatat ada sebanyak 844 jiwa tengah menjalani perawatan intensif di ruang isolasi dan angka kematian sebesar 3 orang. Hingga kini, pemerintah masih terus mencegah terjadi peningkatan.

Pemerintah singapura memiliki strategi cukup baik dalam menghadapi guncangan badai virus Corona. Petugas medis terus melakukan perawatan dengan obat-obatan, vaksin dan alat perlindungan diri terbaik. Hasilnya, dari jumlah kasus diatas, 212 pasien dinyatakan pulih dan dibolehkan isolasi mandiri

7.    Indonesia 

Indonesia kini masih terus melakukan upaya masif demi menekan laju penularan dengan cara mensosialisasikan sosial distancing dan physical distancing. Dalam mengoptimalkan kebijakan ini, dibentuklah satgas khusus penanggulangan wabah Corona bersama para anggota polisi lalu lintas.
Setiap wilayah perbatasan kota dijaga ketat serta diwajibkan melakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Posko-posko tes gejala juga didirikan di beberapa tempat. Meskipun masih terus bertambah, namun angka kasus konsisten kecil. Korban dalam perawatan kini sebanyak 1.414 dan meninggal 122 jiwa.
Penyebab Percepatan Virus Corona Antar Negara

Penularan virus Corona di dunia terjadi sangat cepat melalui media persentuhan atau lewat cairan ketika batuk maupun bersin. Pada masa awal infeksi, kemungkinan penderita tidak mengalami gejala.

Maka tak heran jika akhirnya kebijakan lockdown atau penguncian wilayah menjadi solusi utama.

Di beberapa negara, kasus munculnya korban virus Corona selalu melalui interaksi fisik. Berikut contohnya:

1.    Kunjungan Tamu dari Negara Positif Covid 19 (kasus di Indonesia)

Di negara Indonesia, kasus positif Corona muncul pertama kali dengan menjangkiti dua warga Depok,Jakarta Barat. Awalnya mereka mengadakan sebuah kunjungan dari seorang guru senam asal Jepang yang mana kala itu sudah menjadi zona merah darurat Covid 19. Mulai dari sini, rantai terus mengulur.

Dua orang tersebut tak menunjukkan gejala pada beberapa hari pertama. Selanjutnya mereka mengalami demam, batuk kering serta sesak nafas. Tak lama kemudian, disusul kasus lain yakni kepulangan TKI hongkong dan menunjukkan ciri sama. Untungnya langsung mendapat penanganan.


2.    Berinteraksi dengan Para Turis Asing (Kasus di Perancis)

Berbeda dengan di Indonesia, negara perancis mendapatkan kasus penyebaran virus Corona pertama dari seorang turis berkebangsaan China yang sedang melancong di salah satu kota disana. Ia menampakkan gejala awal serta langsung dibawa ke rumah sakit, hingga akhirnya meninggal.

Kasus kematian turis asing ini merupakan fenomena virus Corona pertama di Benua Eropa. Tak berselang lama, muncul daftar pasien positif baru yaitu dua orang warga Perancis asli yang mengaku  bersinggungan langsung dengan sang pelancong asal China. Hingga kini, korban terus bertambah.

3.    Terjadinya Kerumunan Banyak Orang (kasus di Saudi Arabia)

Jika pada kasus penyebaran virus Corona pertama di sebuah negara masih disadari melalui sebuah interaksi, berbeda lagi dengan kasus di Saudi Arabia. Negara tersebut merupakan destinasi bagi umat Muslim dari seluruh dunia sehingga tidak bisa dibayangkan potensi besar menularkan virus.

Kini pemerintah Saudi Arabia sudah menetapkan lockdown total. Jadi kegiatan umroh yang biasanya terus terlaksana harus ditunda lebih dahulu demi mencegah resiko lebih buruk. Angka kematian korban virus Corona di negara ini sudah cukup tinggi yaitu 205 kasus secara spontan.

Demikian merupakan penjabaran mengenai virus Corona di dunia. Semoga bermanfaat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri.

Sayangi keluarga dengan cara mematuhi peraturan pemerintah karena dengan begitu, rantai Covid 19 bisa ditekan seminimal mungkin. Kunjungi Masriko.Com untuk mengetahui informasi bermanfaat seputar kesehatan lainnya.

11.30 - tanpa komentar