INDONESIA LOCKDOWN VIRUS CORONA : Ancaman atau Solusi?

https://www.masriko.com/2020/04/indonesia-lockdown-virus-corona-ancaman.html

Masriko.Com - Republik Indonesia Lockdown Virus Corona atau Covid - 19 yang sudah merajarela.

Wabah virus COVID-19 yang akhir-akhir menjadi pandemi bagi seluruh negara di dunia menjadi masalah pelik. Khususnya terkait keputusan yang harus diambil untuk menangani kasus ini. Akan tetapi berbagai negara telah menerapkan lockdown virus Corona, lantas bagaimana dengan Indonesia?

Lockdown, Karantina dan Isolasi?

Akhir-akhir begitu marak istilah lockdown, karantina dan isolasi. Sebenarnya kata-kata tersebut sudah tidak asing lagi, namun terdapat fenomena dimana hampir semua media membahasnya, yakni dengan adanya virus baru yang bernama COVID-19 dan menjadi momok bagi semua orang.

Pasalnya virus tersebut dapat mematikan dengan gejala yang diketahui nampak seperti flu biasa serta menular dengan cepat. Tingkat kesembuhan pun berdasarkan kerjasama dari masyarakat serta pemerintah itu sendiri dalam menangani dan menekan penyebaran penyakit tersebut.

1.    Lockdown

Berdasarkan beberapa pendapat, lockdown ini diartikan sebuah tindakan dalam kondisi darurat yang dilakukan orang-orang untuk menghindari ancaman berbahaya seperti penyakit menular. Aktifitas ini dilakukan dengan cara meninggalkan gedung, bangunan ataupun wilayah yang ditetapkan.

Selain itu, diberlakukan lockdown artinya orang-orang dilarang keluar masuk wilayah tertentu, bepergian serta beraktifitas di area publik meskipun itu untuk sekolah maupun bekerja. Hal ini dilakukan karena sebuah kebijakan atas penyelamatan nyawa banyak orang dari ancaman bahaya.

2.    Karatina

Sedangkan karantina ini menurut beberapa sumber merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan kelompok atau individu untuk memisahkan diri atau membatasi kegiatan dalam rangka menghindari bahaya seperti terpapar virus Corona.

Tujuan yang dimiliki sebenarnya sama, yaitu mencegah penyebaran yang membahayakan banyak nyawa. Akan tetapi, secara bahasa mereka berbeda karena dalam artian ia dilakukan hanya untuk orang-orang yang terindikasi tertular namun tidak terdapat gejala nampak.

3.    Isolasi

Berbeda dengan karantina dan lockdown, isolasi ini dapat diartikan sebagai pemisahan. Dalam kasus virus Corona ini, lebih tepatnya hanya dilakukan untuk orang-orang yang telah terinfeksi saja, sedangkan yang lainnya tidak perlu. Termasuk orang-orang yang telah menunjukkan gejala.

Dalam artian mereka yang telah terinfeksi atau terindikasi tertular virus ini harus melakukan pemisahan atau isolasi diri dari orang-orang sekitar untuk mencegah penularan. Entah itu di rumah  sakit atau di rumah pribadi sampai dinyatakan benar-benar sembuh.

Memang ketiga istilah tersebut berbeda secara makna, akan tetapi tujuannya tetap sama yakni mencegah penyebaran dan menekan pertumbuhan sebuah wabah yang terjadi di suatu wilayah hingga waktu tertentu.

Haruskah Indonesia Lockdown?

Seperti yang telah diketahui bagaimana agresifnya penyebaran virus Corona yang mematikan ini, bahkan tak pandang usia. Penularan ini juga telah menyebar ke sekitar 119 negara di dunia hingga menjadi momok menakutkan, bahkan mereka mulai memberlakukan lockdown untuk wilayahnya.

Lantas, bagaimana dengan Indoneisa? Haruskah melakukan lockdown virus Corona layaknya negara lain? Mengingat persiapan yang dilakukan harus matang. Sementara seluruh elemen masyarakat dan para pejabatnya harus bisa menerima konsekuensi, maka langkah ini termasuk keputusan berat.

Pemerintah bak buah simalakama, maju kena mundur pun demikian. Pasalnya apabila tidak dilakukan kebijakan tersebut, rakyat akan terancam nyawanya. Jika diberlakukan, dari mana anggaran untuk memenuhi kebutuhan logistik negara? Berikut yang menjadi pertimbangan negeri ini:

1.    Kesiapan Pemerintah

Untuk bisa melakukan lockdown secara total, perlu diperhatikan kesiapan Pemerintah dalam menangani rakyatnya. Sebab dengan melakukan isolasi mandiri di rumah dan dilarang bepergian sementara, artinya masyarakat akan terdampak dari segi ekonomi.

Tentu hal ini sangat berpengaruh bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Maka, Pemerintah harus bisa mempertimbangkan secara matang dengan memberikan solusi tepat. Pertanyaannya, beranikah jajaran rezim ini menanggung beban rakyat sementara untuk menyelamatkan nyawanya?

2.    Ekonomi

Dari segi ekonomi sudah jelas akan terganggu kestabilannya. Pasalnya dengan diberlakukan lockdown maupun tidak, keadaan ini sudah sangat mempengaruhi pendapatan negara, khususnya saham serta kebutuhan pokok yang ada.

Penyebabnya telah jelas bahwa hampir setiap negara juga mengalami hal yang sama. Mereka memberlakukan lockdown kepada rakyatnya sehingga sangat berimbas kepada sektor perekonomian dunia tak terkecuali Indonesia.

3.    Potensi Kerugian

Sudah jelas kerugian dari sektor ekonomi akan sangat besar, tidak ada lockdown saja pertumbuhannya stagnan apalagi dengan menutup semua akses jalur hubungan dengan negara lain. Maka semakin terpuruklah keadaan yang akan terjadi.

Bahkan menurut beberapa pengamat hal ini juga bisa merembet ke wilayah politik. Dimana kemampuan negara untuk menyuplai kebutuhan dasar rakyatnya selama diberlakukan kebijakan berdiam diri di rumah untuk menekan penyebaran virus COVID-19.

4.    Bahaya Terpapar

Hal ini jelas sekali peluangnya, masyarakat Indonesia akan terkena virus COVID-19 apabila tidak segera dilakukan lockdown. Saat ini saja data terbaru menunjukkan warga yang positif Corona sebanyak 1.217 jiwa, meninggal 122 dan yang sembuh sebanyak 75 nyawa.

Kontras sekali perbandingannya antara tingkat kematian dan kesembuhan. Apabila terus dibiarkan bisa jadi Indonesia akan mengalami wabah yang lebih parah dari Wuhan, China. Lantas langkah apa yang tepat?

Belajar dari Negara Lain


Memang sudah nampak nyata bagaimana pengaruh kebijakan ini terhadap pertumbuhan ekonomi. Meskipun begitu, negara-negara lain di dunia telah berani mengambil sikap dengan memberlakukan lockdown total bahkan memberikan tunjangan supaya masyarakat patuh terhadap peraturan ini.

Tengok saja negara Vietnam, sejak diketahui salah satu warga asal Cina berada di sana dan dinyatakan positif Corona, Pemerintah setempat langsung mengambil tindakan tegas dengan me-lockdown total wilayahnya.

Bagaimana hasilnya? Tingkat kesembuhan di negara tersebut adalah 100%, artinya warga yang terpapar maupun tertular bisa sembuh total. Kemudian kasus Italia, seperti yang diketahui bahwa di sana segala kebutuhan medis sangat maju, namun justru tingkat kematiannya tertinggi. Mengapa?

Kembali lagi, karena masyarakatnya pada saat itu abai dan merasa semua akan baik-baik saja. Faktanya justru berbicara lain.

Lantas Bagaimana Nasib Indonesia?

Sebenarnya dengan tidak dilakukannya kebijakan ini, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti layanan kesehatan yang memadai. Akan tetapi yang terjadi saat ini tidak berkata demikian sehingga kerap kali para pengamat mengatakan Pemerintah tidak tegas.

Selain itu, perlu pula sebuah dorongan corporate social responsibility dari berbagai perusahaan untuk bekerja sama menangani wabah penyakit ini. Kemudian Pemerintah daerah juga harus memiliki sensivitas tinggi untuk menyikapi kasus yang terjadi di wilayahnya.

Adanya kerjasama dari berbagai pihak termasuk masyarakatnya sendiri dalam menangani wabah penyakit tersebut tentu akan memberikan hasil lebih baik. Meskipun sekarang nasib masyarakat negara ini sedang dipertaruhkan.

Sekalipun dalam penangan wabah COVID-19 ini terbilang lamban dan terlambat. Bahkan infrastruktur vital untuk mengendalikan keadaan yang saat ini terbilang cukup kacau belum tersedia, maka tak heran banyak kekhawatiran dari berbagai pihak.

Hanya saja sebagai masyarakat, yakin saja bahwa Pemerintah memiliki banyak rencana untuk mengendalikan situasi ini selain melakukan lockdown virus Corona. Sebab penanganan idealnya haruslah terjadi secara sistematis, terstruktrur dan sesuai International Health Regulation.



Nah sekian itulah ulasan mengenai INDONESIA LOCKDOWN VIRUS CORONA semoga bermanfaat.

Ayo kita stay di rumah ajah jika memang tidak penting - penting banget untuk keluar rumah, jaga kesehatan kamu ya. Kunjungi Masriko.Com untuk mengetahui informasi seputar kesehatan lainnya.

17.27 - tanpa komentar